Rabu, Mei 28, 2008

Penyalahgunaan Obat Terlarang, Free Seks dan HIV

Ketiga hal dalam judul diatas umumnya memang cenderung berkaitan erat.
Mereka yang terlibat dalam pemakaian narkotik dan zat terlarang (NAPZA) terutama penggunaan narkotik dengan jarum suntik / intravena, rentan terhadap penularan HIV. Baca tentang HIV dan AIDS di blog Wordpress.
Karena seringnya jarum suntik dipakai bersamaan / bergantian diantara para pemakai NAPZA, mungkin karena minimnya informasi tentang kesehatan, mungkin juga karena mahalnya jika harus membeli jarum suntik yang khusus untuk dipakai sendiri. Sekarang sudah banyak fasilitas kesehatan yang menyediakan jarum suntik steril untuk para pemakai narkoba jarum suntik, dengan tujuan meminimalisir penyebaran HIV di kalangan para pemakai NAPZA.

Free seks atau seks bebas, definisinya berganti-ganti pasangan seksual tanpa memakai pengaman, juga umum terjadi di kalangan pemakai NAPZA karena saat membutuhkan uang untuk membeli obat, acap kali terjadi praktek prostitusi, yang artinya bisa diantara lingkaran para pemakai-bandar, atau diluar lingkaran tersebut, melibatkan orang awam.
Pentingnya informasi tentang pencegahan penularan HIV dengan pemakaian kondom juga sangat diperlukan, walaupun kondom belum dianggap 100% mencegah transmisi HIV, tapi sejauh ini masih termasuk jaring pengaman yang bisa diandalkan.



Kenapa pengetahuan seperti ini perlu juga untuk orang awam / non-medis ?
Karena orang dengan HIV itu bisa tanpa gejala , perlu waktu bertahun-tahun hingga masuk ke tahap AIDS.
Orang dengan penyalahgunaan NAPZA juga bisa terlihat normal, beraktivitas seperti biasa, dan fungsional di lingkungan kerjanya.
Mungkin saja mereka tetangga kita, rekan sekerja, teman di lingkungan sosial kita.
Sehingga, perlu bagi kita untuk melakukan tindakan pencegahan , bila diperlukan, seperti contohnya, selalu menggunakan kondom jika berhubungan seksual / menggunakan sarung tangan jika kontak darah, dengan orang yang tidak dikenal / bukan dengan pasangan seksual yang biasa.
Virus HIV sendiri masih belum bisa ditularkan jika menggunakan toilet duduk bersamaan, menggunakan sedotan / rokok bersama atau berciuman ( transmisi air liur) dengan orang yang positif HIV.


Tidak ada komentar: