Jumat, Mei 23, 2008

Asuransi : Sedia payung sebelum hujan



Banyak orang yang menganggap premi atau biaya bulanan untuk membayar asuransi itu mahal, belum lagi alasan " Buat apa membayar premi kalau nanti tidak terpakai biayanya hangus ".
Memang tidak ada orang yang merencanakan dirinya atau keluarganya tertimpa musibah / kecelakaan, tapi sayangnya semua yang namanya musibah / kecelakaan itu selalu terjadi diluar kehendak kita.
Saya sering menyayangkan, pada banyak kasus orang tertimpa masalah kesehatan yang membutuhkan tindakan segera / rawat inap, mereka tidak mempunyai asuransi sehingga untuk membayar biaya pengobatan akhirnya meminjam uang sana-sini,

atau bahkan mengorbankan nyawa si pasien untuk mendapat perawatan yang layak.
Hal-hal tersebut tidak perlu terjadi kalau kita mempunyai asuransi kesehatan.
Kenapa ada orang yang bisa berbelanja ratusan ribu rupiah untuk keperluan belanja tapi menyisihkan dana asuransi tidak bisa ?
Bahkan dalam masyarakat ekonomi lemah pun, untuk membeli susu anak tidak mampu tapi masih bisa membeli rokok.

Diluar konteks kebijakan Pemerintah tentang rokok dan sebagainya, kesadaran untuk hidup sehat seharusnya dimulai dari diri sendiri.
Kita, orang Indonesia, belum sadar akan pentingnya kesehatan sebagai investasi.
Diluar negeri, artis yang penghasilannya jutaan dollar dari tubuhnya, misal penyanyi Mariah Carey, meng-asuransi-kan pita suaranya sehingga jika suatu saat dia tidak bisa menyanyi lagi karena pita suaranya rusak, dia akan mendapat ganti rugi akan hal tersebut.
Seorang ayah yang mempunyai anak-anak yang masih kecil misalnya, jika dia juga seorang kepala keluarga dan istrinya tidak bekerja (ibu rumah tangga) harus memandang pentingnya asuransi sebagai investasi untuk seluruh keluarganya.
Jika terjadi hal diluar rencana, katakanlah, si ayah meninggal dunia saat anaknya masih Sekolah Dasar, dengan uang pertanggungan yang didapat sang ibu tidak perlu banting tulang sana sini untuk biaya sekolah anak-anaknya.
Atau jika mau, uang pertanggungan tersebut bisa menjadi modal untuk si ibu membuka usaha, agar anak-anaknya dapat terus bersekolah.

Sekarang ini juga banyak produk asuransi yang menawarkan skema bukan hanya perlindungan asuransi tapi juga untuk investasi di pasar uang.
Sayangnya, produk seperti ini justru terkenal di kalangan orang menengah keatas, mereka yang memiliki pengetahuan tentang investasi. Akhirnya yang punya uang semakin tambah banyak uang...

Untuk masyarakat kecil, yang masih asing dengan arti 'investasi' , malah tidak begitu terjangkau, padahal manfaat produk seperti ini justru lebih berarti untuk mereka.
Disini memang diperlukan interaksi berbagai macam pihak.
Selain dari agen asuransi, (dan Pemerintah- tapi saat ini Pemerintah lagi sibuk memikirkan hal lain seperti BBM, jadi kita exclude) juga perlu niat dan kesadaran dari masing individu untuk 'menilai' seberapa berharga dirinya.
Saat ini, sosialisasi tentang pentingnya asuransi di banyak media juga saya rasa sudah cukup baik.

Salahsatu impian saya dimasa depan adalah, tidak ada orang yang tidak mampu untuk berobat lagi karena mereka semua memiliki asuransi kesehatan.....
Mungkin gak yah ?



Tidak ada komentar: