Kamis, Oktober 07, 2010

Kesehatan reproduksi dan seksual

Setelah sekian lama tidak posting karena berbagai kesibukan di dunia akademis maupun kegiatan sehari-hari, akhirnya saya kembali lagi dengan topik: 'Kesehatan reproduksi dan seksual'.

Banyak orang menganggap kesehatan alat reproduksi ya sama saja dengan kesehatan secara fungsi seksual. Bisa dibilang mirip sih tapi sesungguhnya berbeda.

Owya, untuk liat tulisan tentang kenapa saya tertarik dengan topik ini, bisa dilihat di blog saya satu lagi di wordpress : klinikgratis.wordpress.com

Sedikit sekali praktisi kesehatan selain dokter spesialis obsgyn/ kulit kelamin yang memberi perhatian di bidang ini. Contoh praktisi kesehatan yang terkenal misalnya dr. Boyke, aktif di media memberikan ceramah tentang seksualitas.

Kesehatan reproduksi biasanya berhubungan dengan alat reproduksi dan fungsinya, yaitu seperti yang telah kita ketahui : untuk memberikan keturunan.
Banyak pasangan yang ingin mempunyai anak, atau tidak ingin mempunyai anak lagi akan memberi perhatian lebih pada alat reproduksinya.

Kesehatan alat reproduksi juga berkaitan dengan fungsi seksual.
Untuk kesehatan seksual, cakupannya lebih luas, bukan hanya usia yang matang untuk berkeluarga saja yang membutuhkan informasi ini, tapi juga anak-anak muda.

Anak yang masih kecil pun harus diberi pengetahuan tentang alat reproduksinya, dan mereka pun mempunyai kebutuhan 'seksual' walaupun berbeda dengan kebutuhan seksual orang yang sudah dewasa dan siap menikah.

Sebagai contoh, anak yang masih kecil mempunyai kebutuhan untuk disayang dan dibelai sebagai kebutuhan fisik. Dan biasanya ini didapatkan dari orang terdekat seperti ayah dan ibu, mungkin nenek dan kakek-nya.
Mereka juga harus diberi pengertian agar 'tidak boleh ada orang yang tidak dikenal menyentuh bagian intim kamu'.
Dan juga dijelaskan apa itu 'bagian intim' dan bagaimana cara menjaga-nya.
Ini untuk menghindarkan anak kecil dari pelecehan secara seksual dari orang dewasa.

Biasanya orang dewasa yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak kecil bisa jadi orang yang dikenalnya, seperti misalnya tetangga, teman dari keluarga.
Oleh karena itu anak sejak kecil harus diberi pengertian, siapa saja yang boleh memeluk kamu, siapa yang boleh mencium, dst.

Kebutuhan seksual anak remaja atau 'abege' juga berbeda dengan anak kecil dan orang dewasa.
Saat ini mereka sudah punya ketertarikan terhadap lawan jenis, muncul rasa ingin tahu dan 'mencoba sesuatu'.
Mereka juga harus diberi pengetahuan bagaimana menyalurkan 'ketertarikan' dan 'rasa penasaran' dengan cara yang sehat.
Mereka harus dibekali bagaimana bergaul secara sehat dengan lawan jenis, tapi juga tetap menikmati kesibukan masa mudanya.

Di banyak negara maju, anak remaja usia SMP sudah banyak diperkenalkan dengan alat kontrasepsi seperti kondom atau pil KB.
Ini untuk menghindari kejadian 'kecelakaan' atau kasus hamil pada remaja di luar nikah.

Remaja yang mengalami kehamilan di luar nikah tentu akan kehilangan masa sekolahnya karena harus sibuk menjaga anak, sementara mental mereka sendiri belum matang untuk mengurus anak.
Remaja wanita yang terlalu muda juga fungsi alat reproduksinya (rahim atau vagina) belum matang, sehingga dapat mengalami komplikasi saat melahirkan, juga rentan untuk terkena infeksi kelamin atau kanker leher rahim.

Remaja juga berhak mendapatkan informasi tentang kesehatan alat reproduksi dan seksual, agar mereka tahu bagaimana cara menghindari hal-hal yang bisa merugikan masa depan mereka.

Di Indonesia, situasinya memang berbeda dengan negara maju, kita tidak bisa membekali remaja disini dengan kondom atau pil KB untuk mencegah mereka mengalami kehamilan terlalu muda.
Tapi kita bisa membekali mereka dengan informasi yang dibutuhkan.

Nantikan ya postingan berikutnya, tentang topik ini.

Tidak ada komentar: