Jumat, Juni 20, 2008

Tadi siang ada seorang pasien yang meng-sms saya menanyakan merk suatu obat isinya apa.
Saya lihat di MIMS dan ISO (buku tentang obat-obatan) tapi ternyata tidak ada, mungkin versi ISO saya tidak up to date atau dia salah sms merk obat.
Untuk diketahui dari satu macam jenis obat saja (generik) bisa ada beberapa macam merk dagang, contohnya Parasetamol (obat penurun panas atau penghilang nyeri) bisa diperdagangkan dengan merk Bodrex, Panadol, Paramex etc. -ini bukan promosi obat loh-

Berikut adalah beberapa jenis obat (untuk edukasi) - tapi mohon jangan disalahgunakan dan jangan bikin gamau ke praktek dokter ya...

Acetaminophen : nama lain dari Parasetamol, golongan obat anti analgesik (anti nyeri) dan anti piretik (penurun demam) yang umum terdapat di obat flu.
Aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan penderita sakit lambung yang umumnya sensitif terhadap penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid lainnya.
Beberapa efek samping (jarang ditemukan) pada penggunaan Acetaminophen adalah bercak kemerahan pada kulit (skin rash) dan gejala alergi minor lainnya.

Betametason: (baca juga Kortikosteroid) :
Obat anti radang/ anti inflamasi yang berasal dari golongan kortikosteroid.
Biasanya digunakan untuk obat asma (pada semprotan), obat anti alergi (bentuk salep kulit) atau pada penyakit sistem kekebalan tubuh.

Cimetidine : (dibaca Simetidin)

Diuretik : golongan obat-obatan yang sifatnya meningkatkan produksi air kencing, digunakan sebagai terapi pada penderita tekanan darah tinggi.
Golongan obat diuretik yang umum diresepkan contohnya HCT (hydrochlorothiazide) dan Spironolakton.
Efek samping dari penggunaan jangka panjang bisa berupa hipokalemi (kadar kalium rendah dalam darah), dan hiperurisemia (kadar asam urat meningkat dalam darah) Penggunaan diuretik harus dihindari pada pasien tekanan darah tinggi disertai kencing manis (diabetes) atau pada penderita kolesterol.

Efedrin (juga Pseudoefedrin) : golongan obat adrenergic agonis, umumnya dipakai dalam campuran obat flu sebagai nasal dekongestan (mencegah hidung mampet, bikin nafas plong). Sifatnya bronkodilator (melebarkan saluran nafas=bronkus) juga dipakai sebagai obat pencegah asma.
Semakin jarang penggunaannya karena meningkatkan tekanan darah.

Okay... segini dulu nanti besok diteruskan lagi :)

Tidak ada komentar: