Selasa, Februari 19, 2008

Ejakulasi dini pada pria lajang

Wajarkan pada seorang pria muda, yang belum menikah, cepat "keluar" saat berhubungan seks untuk pertama kalinya ?

Rangsangan seksual pada seorang pria yang masih muda, wajar jika dipersepsi "berlebihan" sehingga umumnya pria tersebut tidak dapat mengontrol pengeluaran mani / ejakulasi dalam waktu singkat.
Rangsangan seksual sendiri sifatnya sangat subjektif, mulai dari melihat gambar/film porno, dielus-elus, atau bahkan sentuhan pada alat kelamin / penis.
Jika seorang pria sudah menikah, atau terbiasa melakukan hubungan seks dengan pasangan tetapnya, umumnya lebih terlatih untuk mengendalikan pikiran yang ditimbulkan oleh rangsangan seksual tersebut,


sehingga lama kelamaan (diharapkan) tidak terlalu cepat ejakulasi.
Posisi berhubungan seks wanita diatas pria juga sangat dianjurkan bagi laki-laki yang cenderung cepat ejakulasi, dan diperlukan kerjasama dengan pasangannya untuk segera menghentikan rangsangan bila rasanya si pria sudah ingin 'keluar'.

Onani / masturbasi pada pria muda yang belum menikah wajar dilakukan.
Bila frekuensinya berlebihan hingga mengganggu aktivitas sebaiknya coba alihkan ke aktivitas fisik yang menguras tenaga seperti olahraga sepak bola (atau angkat besi/ tabung elpiji mungkin ?)
Jika onani terasa sangat melelahkan coba lakukan di malam hari agar tidak mengganggu aktivitas sepanjang hari, dan sebaiknya imbangi dengan makan makanan yang berprotein tinggi agar tidak loyo sesudahnya.



Read More......

Senin, Februari 11, 2008

Batuk darah karena TBC ?

Apakah semua batuk darah disebabkan karena penyakit TBC ?
Belum tentu.

Apakah TBC menyebabkan batuk darah ?
Batuk darah bisa merupakan salahsatu dari sekian gejala dari TBC, tapi biasanya itu merupakan gejala lanjut.

Apa bedanya batuk darah yang disebabkan karena TBC dengan batuk darah karena penyakit lain?


Sebelumnya, perlu diketahui bahwa batuk darah dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit.
Bisa oleh karena infeksi kuman Tuberculosis ( dikenal oleh penyakit paru/ TBC) , atau bisa juga karena kelainan jantung, atau karena infeksi lainnya juga bisa.

Batuk darah karena penyakit TBC biasanya disertai oleh keluhan lain, seperti nafsu makan berkurang, demam yang tidak terlalu tinggi, badan terasa lebih berkeringat (terutama saat tidur malam hari), dan penurunan berat badan.


Untuk mengetahui apakah batuk darah disebabkan karena TBC diperlukan pemeriksaan lain seperti pemeriksaan dahak (=sputum) dan foto rontgen dada.

Pengobatan yang diberikan untuk TBC biasanya golongan antibiotika khusus, seperti Isonizid/INH, Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, yang bisa didapatkan gratis melalui Puskesmas /Rumah Sakit (karena disubsidi langsung oleh WHO).
Antibiotika ini juga bisa didapat jika berobat lewat praktek dokter pribadi tapi biayanya cukup mahal loh.

Penggunaan antibiotika pada penyakit TBC harus berupa kombinasi 2 macam obat atau lebih, untuk mencegah kuman TBC kebal / resisten terhadap pengobatan ini.
Secara global, kuman yang sudah kebal terhadap pengobatan antibiotika atau disebut MultiDrug Resisten TB, mengakibatkan penyakit TB semakin sulit untuk disembuhkan.

Kekebalan kuman TB bisa disebabkan karena :
1. Pengobatan yang tidak tuntas / putus tengah jalan.
Karena lamanya jangka waktu terapi TB (bisa 6 bahkan 9 bulan) banyak penderita TB yang memutuskan menghentikan pengobatan begitu gejala batuknya hilang.
Ini berbahaya karena sesungguhnya kuman TB masi ada didalam paru, sehingga jika pengobatan tidak selesai, suatu saat bisa kambuh/ relaps lagi, tetapi sudah tidak mempan dengan pengobatan antibiotik yang terdahulu.

2. Efek samping dari pengobatan / terapi TB sendiri
Antibiotika untuk TB atau OAT (=Obat Anti TB) memang ada beberapa efek samping yang bisa mengkhawatirkan pasien untuk meneruskan minum obat.
Diantaranya ikterus (sklera bola mata kuning), hepatitis karena dosis obat terlalu besar (mengakibatkan mual), tuli (saraf pendengaran terganggu), dan sebagainya.
Yang perlu diketahui, jika terasa timbul efek samping, sebelum menghentikan pengobatan harus berkonsultasi dengan petugas medis terlebih dahulu.
Tidak selalu OAT harus dihentikan, mungkin diganti jenisnya, atau dikurangi dosis pemakaian juga bisa menghentikan efek samping tersebut.

Read More......